Kolom menahan beban vertikal; balok mengalirkan beban ke kolom. Urutan cor rumah 2 lantai umumnya: footplat → sloof → kolom L1 → balok L1 → pelat L1 → curing → kolom L2 → balok L2 → dak. Artikel Mandiri Jaya Ready Mix ini fokus teknik cor vertikal dan horizontal setelah pondasi, plus cara menghitung volume agar order tidak kurang di tengah tuang.
Hitung kebutuhan dulu: cara menghitung kebutuhan beton cor lengkap. Pondasi: cor footplat dan sloof. Order: halaman order · WA 0812-1180-292.
Mutu beton kolom vs balok vs pelat
| Elemen | Mutu umum | Slump |
| Kolom praktis | K-225/K-250 FA | 8–10 cm |
| Kolom & balok utama | K-250/K-300 FA | 10±2 cm |
| Balok tepi pelat | K-250/K-275 FA | 10–12 cm |
| Pelat lantai | K-250/K-300 FA | 10–12 cm |
Acuan harga rumah: K-250 FA ±Rp985.000/m³ (PPN, belum ongkir). Ikuti gambar struktur jika menulis K-275/K-300 atau NFA. Detail: panduan mutu sesuai struktur · slump dan workability.
Teknik cor kolom di lapangan
Kolom sempit 15×15 atau 20×20 cm butuh slump 10±2 cm — terlalu cair menekan bekisting, terlalu kaku meninggalkan honeycomb di sudut. Vibrator wajib masuk penuh penampang, tarik lambat. Cor satu kolom selesai dalam satu pour; jangan setengah hari lanjut besok tanpa persiapan cold joint.
Tuang bertahap per lapis ±30–40 cm jika kolom tinggi, vibrate tiap lapis, lalu lanjut. Jangan dump seluruh tinggi kolom sekaligus tanpa padatan — segregasi dan rongga di tengah sangat mungkin. Sewa vibrator: panduan sewa vibrator.
Cold joint kolom–balok yang benar
Jika cor kolom dan balok beda hari: permukaan kolom atas dibersihkan (high pressure wash atau wire brush), basahi, aplikasi bonding agent, baru tuang balok. Cold joint sembarangan lemah saat gempa. Sistem monolitik (kolom+balok+pelat satu hari) ideal jika tenaga dan volume cukup — koordinasikan dengan engineer.
Jangan biarkan debu, serbuk kayu bekisting, atau genangan di permukaan joint. Dokumentasikan jam berhenti cor kolom agar mandor tahu kapan treatment joint harus dimulai keesokan harinya.
Contoh hitung volume kolom dan balok
16 kolom 15×15×3 m16 × 0,15 × 0,15 × 3 = 1,08 m³Gabung order dengan balok/pelat hari sama · K-250 FA ±Rp985.000/m³
Rumah 7×12 m 2 lantai tipikal: kolom ±6 m³ + balok ±8 m³ + pelat ±14 m³ ≈ ±28 m³ total struktur. Jangan order 28 m³ sekaligus — pecah per tahap cor. Material satu tahap pelat 14 m³: 14 × ±Rp985.000 = ±Rp13.790.000 (ex ongkir). Pompa lantai 2: ±Rp3,2–3,7 juta/8 jam.
Rumus dan waste 5–10%: ikuti cara menghitung kebutuhan beton cor lengkap agar tidak kekurangan di tengah balok.
Pompa untuk kolom tinggi dan lantai 2
Kolom lantai 2 (tinggi efektif 6 m+) praktis memakai pompa — tuang bucket manual lambat dan berisiko cold joint. Pompa mini biasanya cukup rumah tinggal. Interval truk 30–45 menit jika kolom + balok cor bersamaan agar slump tidak drop di antrean.
Book pompa bersamaan beton di H-2. Detail sewa: sewa pompa untuk cor rumah.
Checklist H-1 sebelum cor kolom dan balok
- Bekisting rapat di sudut, bracing diagonal, plumb dicek.
- Tulangan + spacer selimut beton sesuai gambar.
- Volume per elemen dihitung + cadangan 5–10%.
- Vibrator Ø sesuai penampang + unit cadangan.
- Pompa (jika L2) setup area siap 30–60 menit sebelum truk.
- Tenaga penerima dan finishing lengkap sebelum slot.
- Rencana cold joint jika cor terpisah hari.
- Konfirmasi mutu K-xxx FA/NFA ke admin WA 0812-1180-292.
Bekisting kolom: toleransi dan bracing
Bekisting harus rapat di sudut — celah 2–3 mm cukup untuk bocor paste semen dan drop slump lokal. Bracing diagonal wajib sebelum tuang; tekanan hidrostatik beton segar mendorong bekisting keluar. Cek lot vertikal sebelum truk tiba — koreksi setelah cor hampir mustahil. Balok: cek elevasi bottom form dan support tiap 60–80 cm agar tidak ambruk saat vibrator.
Jadwal cor kolom–balok–pelat satu lantai
Ideal monolitik: kolom → balok → pelat dalam satu hari jika volume <15 m³ dan tenaga cukup. Alternatif 2 hari: hari 1 semua kolom, hari 2 balok+pelat dengan treatment cold joint. Jangan cor kolom L2 sebelum pelat L1 cukup kuat (umumnya 14+ hari) — beban bekisting atas + beton basah overload struktur bawah.
Kesalahan umum cor kolom dan balok
- Tidak vibrate sudut kolom — honeycomb saat bongkar.
- Bekisting bocor — slump drop, retak diagonal.
- Cor L2 terlalu cepat (<14 hari setelah pelat L1).
- Order volume kolom saja tanpa gabung — kena minimum minimix sia-sia.
- Cold joint tanpa bonding agent.
- Menambah air di lapangan agar “mudah masuk kolom”.
FAQ cor kolom dan balok rumah
Slump ideal untuk kolom 15×15 cm?
10±2 cm. Terlalu cair menekan bekisting vertikal; terlalu kaku sulit dipadatkan di sudut.
Bisakah cor kolom dan pelat monolitik?
Bisa jika gambar struktur mengizinkan — butuh volume dan tenaga cukup selesai dalam ±4 jam kerja efektif.
Berapa interval cor antar lantai?
Tunggu pelat lantai bawah cukup kuat — umumnya 14+ hari sebelum beban penuh cor lantai atas.
Volume kolom kecil — kena minimum order?
Kolom 1 m³ saja kena minimum minimix ±2,5 m³. Gabungkan dengan balok/pelat di hari yang sama.
Mutu apa untuk balok utama rumah?
Umum K-250/K-300 FA sesuai gambar. Acuan K-250 FA ±Rp985.000/m³ dari Mandiri Jaya Ready Mix; konfirmasi jika gambar menulis NFA.
Apakah pompa wajib untuk kolom L1?
Tidak jika truk bisa dekat dan tinggi tuang rendah. Lantai 2/dak biasanya wajib pompa (±Rp3,2–3,7 juta/8 jam).
Mandiri Jaya Ready Mix bantu hitung volume tahap cor dan pilih armada. WhatsApp 0812-1180-292 · Order online · mulai dari cara menghitung kebutuhan beton cor lengkap.